Ini Alasan Investasi Properti Lebih Menguntungkan Dibandingkan Saham
ilustrasi: rumah.com

Ini Alasan Investasi Properti Lebih Menguntungkan Dibandingkan Saham

Bila mengulik berbagai investasi orang-orang super kaya di Indonesia maupun dunia, hampir pasti ada produk properti di dalam portofolio kekayaannya. Hal ini tidak mengherankan karena properti memang layak untuk dijadikan salah satu instrumen yang bisa membiakkan kekayaan pemiliknya.


Beberapa kelebihan properti yaitu kenaikannya yang pasti karena real asset sehingga sekurangnya instrumen ini minimal memiliki tingkat kenaikan yang seimbang dengan inflasi. Selain nilainya yang akan terus meningkat (capital gain), properti juga bisa disewakan (capital yield) sehingga pemiliknya bisa menikmati keuntungan dari dua instrumen gain maupun yield.


Menurut Pakar Properti Panangian Simanungkalit, investasi properti pasti lebih menguntungkan dibandingkan investasi saham khususnya saat situasi krisis. Kita tentu kerap mendengar nilai saham dari 500 yang turun menjadi 50 tapi hal itu tidak pernah dialami oleh produk properti seburuk apapun situasinya.


“Kita sudah mengalami berbagai krisis, tahun 1998 kita krisis tapi properti nggak ada yang turun sampai 50 persen seperti saham. Tahun 2008 kita krisis lagi, ada penurunan untuk properti tapi hanya di lokasi-lokasi tertentu dan besarnya paling 10 persen. Tahun 2020 krisis kesehatan global, apa properti turun?” katanya.


Berbagai keunggulan investasi properti dipaparkan Panangian. Jumlah perusahaan yang datang dan pergi bahkan perusahaan yang sudah berusia lebih dari 200 tahun di Amerika ketika krisis finansial bisa hancur dan runtuh. Sementara tanah di Jakarta misalnya, sejak 500 tahun lalu hingga saat ini hanya itu, dari sisi ini properti itu lebih solid karena berdasarkan finansial aset.


Keuntungan lain, bila kita membeli saham seharga Rp500 juta, kita harus menyiapkan uang Rp500 juta. Sementara properti seharga Rp500 juta bisa kita beli dengan 10 persen atau Rp50 juta karena sisanya menggunakan pembiayaan bank, jadi pada sisi ini investasi properti bisa lebih ringan dan mudah dibandingkan membeli saham.


Di sisi lain, kalau saham naik 10 persen maka nilai kekayaan kita menjadi Rp550 juta. Properti bila naik 10 persen, karena kita membeli hanya dengan Rp50 juta, artinya keuntungan yang kita dapatkan mencapai 100 persen sehingga sangat jelas bedanya dibandingkan dengan investasi saham.


“Dari sisi kenaikannya properti juga lebih menarik, di lokasi sunrise kenaikan bisa 20 persen per tahun dari rental yield 5-7 persen dan kenaikan harga 13-15 persen. Sementara saham paling top kenaikannya paling 9 persen per tahun, jadi dari sisi manapun properti itu lebih unggul hanya saja banyak orang yang nggak ngerti properti,” beber Panangian.


Sumber: rumah.com

Leave a Reply